indonetra.com – Pernah mengetik pesan di grup, lalu sadar isinya salah kirim?
Atau salah bicara di depan banyak orang, lalu hanya bisa menutup wajah sambil bilang, “Astaga, blunder lagi”?
Kalimat pendek itu kini ramai dipakai di TikTok dan media sosial lain, dan banyak orang penasaran dengan artinya.
Artikel ini membahas apa itu blunder, dari mana kata ini berasal, dan kenapa frasa “blunder lagi” bisa jadi tren.
Apa Itu Blunder?
Blunder adalah kesalahan besar yang terjadi karena ceroboh, kurang teliti, atau bertindak tanpa berpikir panjang.
Kesalahan semacam ini biasanya memalukan atau berakibat buruk bagi pelakunya.
Istilah ini sering muncul di dunia olahraga, catur, politik, dan percakapan sehari-hari.
Dalam bahasa gaul, blunder dipakai untuk menyebut tindakan konyol yang seharusnya bisa dihindari.
Asal Usul Kata Blunder
Kata blunder berasal dari bahasa Inggris, blunder.
Menurut penelusuran etimologi yang beredar, akarnya diduga dari bahasa Norse Kuno, blundra, yang berarti memejamkan mata.
Gambarannya seperti orang berjalan dengan mata setengah tertutup, sehingga mudah tersandung.
Dari makna “bergerak tanpa melihat” itulah, kata ini berkembang menjadi “kesalahan fatal akibat kurang waspada”.
Dalam catur dan gim, blunder juga dipakai untuk langkah yang jelas keliru dan merugikan pemainnya sendiri.
Perbandingan Blunder dengan Istilah Serupa
| Istilah | Makna | Contoh Situasi |
|---|---|---|
| Blunder | Kesalahan besar karena ceroboh | Salah mengambil keputusan penting |
| Kekeliruan | Salah yang bersifat umum, tanpa unsur malu | Salah menghitung angka |
| Keseleo lidah | Salah ucap secara tidak sengaja | Salah menyebut nama orang |
| Gaffe | Kesalahan sosial yang canggung | Mengatakan hal tidak pantas di acara formal |
Arti “Blunder Lagi” di Media Sosial
“Blunder lagi” berarti mengulangi kesalahan konyol yang sebelumnya pernah dilakukan.
Kata “lagi” menandakan bahwa kejadian ini bukan yang pertama.
Pelakunya seolah mengakui, “Kok bisa salah lagi, padahal sudah pernah begini.”
Karena itu, frasa ini umumnya dipakai sebagai candaan self-deprecating, yaitu menertawakan diri sendiri.
Nada bicaranya santai, tidak untuk menyalahkan orang lain.
Kenapa Frasa Ini Jadi Tren di TikTok?
Berdasarkan pencarian di TikTok per awal Oktober 2026, tagar dan suara berisi “blunder lagi” banyak dipakai kreator.
Isinya beragam, mulai dari momen salah bicara hingga kejadian kikuk di sekolah, kampus, dan tempat kerja.
Salah satu contoh yang ramai adalah video orang bilang “aku ke WC bentar ya”, padahal sedang makan ikan.
Ada juga video guru yang tidak sengaja membuka identitas aslinya di depan murid.
Contoh lain berupa percakapan lucu dengan jawaban yang tidak nyambung.
Tren ini cepat menyebar karena situasinya mudah dikenali dan terasa dekat dengan keseharian penonton.
Asal pasti siapa yang pertama memopulerkan frasa ini belum jelas, karena banyak akun memakainya dengan versi masing-masing.
Contoh Penggunaan “Blunder Lagi”
- Salah kirim stiker lucu ke grup kerja, lalu mengetik “blunder lagi”
- Memanggil guru dengan sebutan “Ibu”, padahal beliau dosen pembimbing
- Salah menyapa orang di jalan karena mengira kenalan lama
- Lupa mematikan mikrofon saat rapat daring
- Salah memakai istilah saat presentasi di depan atasan
Cara Menyikapi Saat Terjadi Blunder
Blunder bisa menimpa siapa saja, termasuk orang yang sudah sangat berhati-hati.
Dari pengalaman sehari-hari, respons paling efektif adalah mengakui kesalahan dengan santai.
Orang lain biasanya lebih cepat melupakan kejadian itu jika pelakunya tidak panik.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Akui kesalahan dengan singkat dan jujur
- Perbaiki dampaknya, misalnya menghapus pesan atau menyampaikan klarifikasi
- Catat pemicunya agar kesalahan serupa tidak terulang
- Jangan terlalu keras pada diri sendiri
- Jadikan kejadian itu bahan belajar, atau bahan tertawa bersama
Kesimpulan
Blunder adalah kesalahan besar yang muncul karena kecerobohan, dan kata ini punya akar panjang dari bahasa Inggris dan Norse Kuno.
Frasa “blunder lagi” menjadi cara anak muda menertawakan kesalahan yang berulang tanpa saling menyalahkan.
Selama dipakai dengan bijak, tren ini justru menunjukkan bahwa setiap orang pernah salah dan tidak perlu malu mengakuinya.
YS/idn
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), fokus pada penulisan artikel berbasis riset. Berpengalaman sebagai jurnalis freelance di berbagai media online, mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan penyajian informasi yang mudah dipahami.












